Ponsel Rp 170 Juta

Bagaimana ya rasanya memegang telepon seluler (ponsel) seharga seratusan
juta rupiah? Mungkin pertanyaan itu pernah terbersit di benak orang-orang
dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta/bulan.

Rasanya aneh bila menenteng-nenteng ponsel berlapis emas atau berlian.
Apalagi kalau masih harus naik turun bus. Duh, yang ada adalah rasa
khawatir dicopet atau ditodong.

Tapi bagi kalangan pengusaha muda sukses, ponsel mewah seperti Vertu sudah
jadi perangkat untuk bergaya. "Pembeli kita adalah pengusaha muda yang
usianya 30 hingga 40 tahun. Mereka membeli untuk kebutuhan dan gaya
hidup," ujar Franky Sutiono, GM PT Verindo Tunggal yang mendistribusikan
Vertu.

Dalam jumpa pers peluncuran Vertu Constellation, produk terbaru Vertu,
Rabu (8/11), Franky menjelaskan harga Vertu Constellation yang baru
diluncurkan itu dipatok Rp 40 juta sampai Rp 170 juta. Harga tergantung
model atau varian. Vertu yang diproduksi di Inggris ini memiliki tujuh
varian.

Ponsel ini dibuat dari baja berlapis emas dan kulit. Bukan sembarang kulit
yang digunakan, karena lapisan kulit di Vertu berasal dari kulit sapi
Eropa terbaik.

Ponsel ini dikerjakan seluruhnya dengan tangan. Tombolnya dibuat dari
keramik yang tahan lama, dengan ketepatan yang diatur dengan sinar laser.

Fitur-fitur yang ada di Vertu antara lain fungsi GPRS yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan mendesak saat di perjalanan. Berbagai kebutuhan yang
diperlukan eksekutif muda juga terdapat di sana, antara lain laporan cuaca
dunia, jadwal penerbangan, jam dunia, dan penghitung kurs terkini.

Tombol khusus yang ada di bagian samping ponsel dirancang khusus agar bisa
langsung tersambung dengan Vertu Concierge, yakni layanan peribadi yang
menawarkan informasi dari sang ahli, pemesanan prioritas, dan bantuan
darurat di lokasi manapun di seluruh dunia.

Dengan tebal 15.7 mm, ponsel ini bermain di Quad-band di 180 negara. Waktu
bicara pun bisa mencapai 2,5 jam hingga 5,5 jam dengan waktu siaga 400 jam
(16 hari).

Vertu Constellation didukung GPRS dan EDGE. Dukungan bahasa di ponsel ini
sangat beragam, antara lain Inggris, Italia, Jerman, Rusia, Spanyol, Arab,
Turki, Portugal, Brazil, China yang disederhanakan, dan tentu saja bahasa
Indonesia.

Dari segi teknologi, Vertu mungkin tidak secanggih ponsel Nokia atau Sony
Ericsson masa kini, yang sudah bisa berkomunikasi video. Ponsel ini bahkan
tidak memiliki kamera, karena memang penampilannya yang paling
diunggulkan, bukan teknologinya.

Meskipun demikian, ketahanan dan keamanan Vertu paling unggul. Tampilannya
yang mewah karena berlapis emas dan baja membuat Vertu menjadi ponsel yang
membuat orang berdecak kagum.

0 komentar:

Post a Comment