Teori Baru Kehidupan di Mars

WASHINGTON, SENIN–Wahana antariksa yang mengunjungi Planet Mars 30 tahun
lalu mungkin bertemu dengan makhluk hidup di Mars namun secara tidak
sengaja langsung membunuhnya. Demikian teori yang dikemukakan seorang
ilmuwan dalam makalah ilmiah yang dipresentasikan Minggu (7/1).

“Dengan kondisi Mars yang dingin dan kering, bentuk kehidupan yang mungkin
muncul di Mars memiliki cairan tubuh yang berupa campuran air dan hidrogen
peroksida,” ujar Dirk Schulze-Makuch, profesor geologi dari Universitas
Negeri Washington yang memaparkan teorinya dalam pertemuan Himpunan
Astronomi Amerika di Seattle. Hal tersebut dimungkinkan sebab larutan air
dan hidrogen peroksida tetap cair meski pada suhu di bawah titik beku,
tidak merusak dinding sel, dan dapat menarik uap air di udara sekecil
apapun.

Namun, menurut Schulze-Makuch, percobaan-percobaan yang dilakukan wahana
Viking mustahil dapat menemukan bentuk kehidupan yang dimaksud.
Sebaliknya, secara teori justru akan membunuh makhluk yang memiliki sifat
seperti itu jika menemuinya.

Ia mengatakan, pada salah satu percobaan, wahana Viking menuangkan air ke
tanah. Hal ini menurutnya jusru akan menenggelamkan dan melarutkan sel-sel
hidup yang berisi larutan air dan hidrogen peroksida. Percobaan lain yang
memanaskan tanah Mars juga justru membakar bentuk kehidupan seperti itu.

“Masalahnya saat itu belum banyak informasi mengenai lingkungan di Mars,”
ujar Schulze-Makuch. Padahal, bentuk adaptasi seperti ini, lanjutnya,
masuk akal dilihat dari sudut pandang biokimia. Ada salah satu makhluk
hidup di Bumi yang punya kemampuan tersebut yakni kutu busuk. Hewan ini
akan menyemprotkan cairan hangat yang berisi larutan hidrogen peroskida 25
persen sebagai alat pertahanannya.

Schulze-Makuch mengakui tidak dapat menujukkan fakta kehidupan di Mars
saat ini. Namun, melihat lingkungan Mars dan bagaimana evolusi bekerja,
kehidupan di Mars mungkin saja ada. Dalam beberapa tahun terakhir, para
ilmuwan telah menemukan kehidupan di Bumi yang tahan pada kondisi ekstrim,
misalnya cairan yang sangat asam atau danau yang sangat dingin di
Antartika.

Namun, pendapat Schulze-Makuch ditentang Mitch Sogin, astrobiolog dari
Laboratorium Biologi Lautan Woods Hole, Massachusetts dan Chris McKay,
peneliti NASA yang telihat dalam misi Phoenix yang akan diluncurkan NASA
ke Mars. Sogin, yang juga salah satu anggota Dewan Riset Nasional AS
(NRC), tidak sepakat dengan pendapat yang berdasarkan kemungkinan saja.

“Konsistensi logika menarik, tapi itu saja tidak cukup,” timpal McKay.
Misi Phoenix yang akan diluncurkan pertengahan tahun ini dilengkapi
sejumlah instrumen penelitian untuk membuktikan teori kehidupan di Mars.
Sayangnya, instrumen yang dipakai masih berdasarkan teori kehidupan di
luar Bumi yang diyakini para ilmuwan saat ini.

Teori baru yang dikemukakan Schulze-Makuch sejalan dengan kesimpulan
komite 'kehidupan aneh' yang dibentuk NRC. Komite yang menangani
penelitian kehidupan di luar Bumi khawatir para ilmuwan hanya melihat dari
sudut pandang Bumi saat mencari makhluk luar angkasa.

Sumber: AP
Penulis: Wah